Jumat, 19 April 2019

Pribahasa

dongengbundamaya KUMPULAN PRIBAHASA dongengbundamaya 5 years ago Advertisements (1) http://syarifzeroseni.blogspot.com/2012/06/kumpulan-peribahasa-indonesia-beserta.html 1. Besar pasak daripada tiang. Artinya lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. bisa dibilang orang yang tidak bisa mengatur keuangan. 2. Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang ditendang. Artinya hanya mau bersama disaat senang saja tetapi tidak mau tahu disaat sedang susah. 3. Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang banyak bicara biasanya tidak banyak ilmunya. 4. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.Artinya setiap orang yang sudah meninggal pasti akan dikenang sesuai dengan perbuatannya di dunia. 5. Bagai pungguk merindukan bulan. Artinya seseorang yang membayangkan atau menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin. 6. Bagai Makan Buah Simalakama. Artinya bagai seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih. 7. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang. Artinya hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau tahu di saat sedang susah. 8. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Artinya kalah ataupun menang sama-sama menderita. 9. Bagaikan abu di atas tanggul.Artinya orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh. 10. Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan.Artinya Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita. 11. Adat pasang turun naik. Artinya kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti. 12. Membagi sama adil, memotong sama panjang. Artinya jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah. 13. Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya. 14. Air tenang menghanyutkan. Artinya orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya. 15. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Artinya Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya. 16. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. Artinya Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik. 17. Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga. Artinya Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga. 18. Tong kosong nyaring bunyinya. Artinya Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu. 19. Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang. Artinya Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal. 20. Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Artinya Orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan. 21. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Artinya Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat. 22. Bagaikan burung di dalam sangkar. Artinya Seseorang yang merasa hidupnya dikekang. 24. Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. Artinya Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati tetap merasa tersiksa juga. 25. Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. Artinya Seiya sekata dalam semua keadaan. 26. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Artinya Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan. 27. Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya. Artinya Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga ikut terkena celaka. 28. Jauh di mata dekat di hati. Artinya Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan. 29. Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul. Artinya Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya. 30. Badan boleh dimiliki, hati jangan. Artinya Ungkapan bahwa orang tersebut sudah memiliki kekasih, hatinya sudah ada yang memiliki. Secara fisik mau menuruti segala macam perintah yang menindas, namun di dalam hati tetap menentang. 31. Lain di bibir lain di hati. Artinya Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak jujur. 32. Seperti lebah, mulut bawa madu, pantat bawa sengat. Artinya Berwajah rupawan namun perilakunya jahat. 33. Ada harga ada rupa. Artinya Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut. 34. Membelah dada melihat hati. Artinya Ungkapan untuk menyatakan kesungguhan. 35. Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan. Artinya Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa. 36. Karena mata buta, karena hati mati. Artinya Menjadi celaka karena terlalu menuruti hawa nafsunya. 37. Pandai berminyak air. Artinya Pandai menyusun kata-kata untuk mencapai maksudnya. 38. Putih kapas dapat dibuat, putih hati berkeadaan. Artinya Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya. 39. Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa. Artinya Mau bekerja dengan baik jika sudah mendapat teguran. 40. Jika ditampar sekali kena denda emas, dua kali setampar emas pula, lebih baik ditampar betul-betul. Artinya Setiap perbuatan jahat itu sama saja akibatnya, meski besar ataupun kecil. 41. Lubuk akal tepian ilmu. Artinya Seseorang yang dikenal memiliki banyak ilmu pengetahuan. 42. Nasi tak dingin, pinggan tak retak. Artinya Orang selalu mengerjakan sesuatu dengan hati-hati. 43. Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri. Artinya Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan bersenang-senang. 44. Seludang menolak mayang. Artinya Sebutan untuk orang sombong dan melupakan orang lain yang telah berjasa dalam hidupnya. 45. Kalau dipanggil dia menyahut, kalau dilihat dia bersua. Artinya Bisa menyampaikan maksud dengan cara yang tepat. 46. Pangsa menunjukkan bangsa, umpama durian. Artinya Kita bisa melihat perangai seseorang melalui tutur katanya. 47. Ditindih yang berat, dililit yang panjang. Artinya Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari. 48. Tertangguk pada ikan sama menguntungkan, tertanggung pada rangsang sama mengiraikan. Artinya Suka dan duka dijalani bersama. Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama, kesusahan yang dialami diatasi bersama-sama juga. 49. Tambah air tambah sagu. Artinya Tambah banyak permintaannya, bertambah pula biayanya. Bila bertambah anak, akan bertambah pula rezekinya. 50. Sekali air pasang, sekali tepian beranjak; Sekali air di dalam, sekali pasir berubah. Setiap terjadi perubahan pimpinannya, berubah pula aturannya. 51. Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi. Artinya Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya. 52. Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang jua. Artinya Budi pekerti, amal kebaikan, akan selalu dikenang meski seseorang sudah meninggal dunia. 53. Alang berjawab, tepuk berbatas. Artinya Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik, perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan kejahatan pula. 54. Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak di hulu tanda akan hujan. Artinya Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya. 55. Orang mau seribu daya, bukan seribu dali. Artinya Jika menghendaki sesuatu, pasti akan mendapatkan jalan, jika tidak menghendaki, pasti mencari alasan. 56. Enak makan dikunyah, enak kata diperkatakan. Artinya Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu. 57. Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan. Artinya Hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya 58. Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera. Artinya Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya. 59. Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia. Artinya Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa. 60. Sehari selembar benar, setahun selembar kain. Artinya Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik. 61. Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai. Artinya Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya. 62. Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting. Artinya Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik. 63. Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata. Artinya Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing. 64. Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan. Artinya perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara dalam-dalam. 65. Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja. Artinya Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan. 66. Luka sudah hilang parut tinggal juga. Artinya Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir. 67. Makan hati berulam rasa. Artinya Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang. 68. Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas. artinya Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas. 69. Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang. Artinya. Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah. (2). http://peribahasa-peribahasaindonesia.blogspot.com/2011/09/kumpulan-lengkap-peribahasa-silahkan.html 1. Ada bunga, ada lebah (suatu tempat yang mendatangkan rezeki, pasti akan di datangi oleh banyak orang). 2. Ada padang, ada belalang (Giat bekerja untuk meraih keberhasilan). 3. Ada udang di balik batu (Ada maksud yang tersembunyi). 4. Adagula ada semut (Tempat yang banyak mendatangkan rezeki di situ pasti banyak orang yang berdatangan). 5. Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak (Jika ingin mengambil keuntungan, harus siap menanggung kerugiannya). 6. Adat lama pusaka usang (adat istiadat tak akan pernah berubah). 7. Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam (Dalam memecahkan masalah, orang muda harus lebih bersabar dan yang tua dapat memberi teladan yang baik). 8. Adat diisi, lembaga dituang (Melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan). 9. Adat gunung tempatan kabut (Kepada yang pandai kita bertanya, kepada yang kaya kita meminjam). 10. Adat hidup tolong-menolong, adat mati jenguk-menjenguk (Hendaklah saling tolong menolong dalam menghadapi kesulitan). 11. Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung (Segala sesuatu ada tata caranya menurut adat yang telah ditetapkan). 12. Air mata jatuh ke perut (Seseorang yang pandai menyembunyikan kedukaannya). 13. Air digenggam tiada tiris (Orang kaya yang tak mau bersedekah kepada orang miskin). 14. Air susu dibalas air tuba (Suatu kebaikan dibalas dengan kejahatan). 15. Air beriak tanda tak dalam (Orang bodoh berlagak pintar). 16. Air tenang menghanyutkan (Orang yang pandai biasanya pendiam). 17. Air besar batu bersibak (Persaudaraan menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan). 18. Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam (Orang yang sedang susah hati). 19. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbangan juga (Kelakuan atau tabiat anak menurun dari orang tuanya). 20. Air pun ada pasang surutnya (Keadaan orang tidak tetap, suka dan duka datang berganti). 21. Air yang dingin dapat padamkan api (Orang yang sedang marah dapat dilunakkan dengan kata-kata lembut). 22. Air jernih ikannya jinak (negeri yang aman penduduknya makmur). 23. Air orang disauk, ranting orang patah, adat orang diturut (Sudah seharusnya kita mengikuti adat istiadat negeri yang kita tempati). 24. Air sama air kelak menjadi satu, sampah itu ke tepi juga (Jika terjadi perselisihan keluarga pada akhirnya berbaikan kembali). 25. Air yang tenang kadang berbuaya (Orang pendiam jangan dikira penakut). 26. Akal tak sekali datang, runding tak sekali tiba (Setiap usaha tak ada yang langsung hasil dan sempurna, karena pasti akan melalui berbagai rintangan). 27. Akik disangka batu (Merasa terhina karena salah sangka). 28. Awal diingat akhir tiada (Melakukan sesuatu tanpa dipikir panjang). 29. Alang berjawab, tepuk berbalas (Kebaikan dibalas kebaikan, kejahatan dibalas kejahatan). 30. Anak baik menantu molek (Mendapat keuntungan berlipat ganda). 31. Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan (Selalu memikirkan urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan). 32. Anak panah sudah terlepas dari busur tak dapat dikembalikan lagi(Rahasia harus disimpan rapat, jika sudah terbuka tak akan dapat disembunyikan lagi). 33. Anak sendiri disayangi, anak tiri dihardik (Bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri selalu diutamakan). 34. Angan lalu paham bertumbuk (Kalau di angan dapat dikerjakan, tetapi ternyata sangat sulit pelaksanaannya). 35. Angan-angan menerawang langit (Cita-cita setinggi langit). 36. Angan-angan mengikat tubuh (Bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan). 37. Angguk bukan, geleng iya (Lain dengan yang diucapkan). 38. Angin berputar, ombak bersabung (Menghadapi sesuatu yang sangat sulit). 39. Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam (Suatu rahasia tak dapat disembunyikan selamanya, pada akhirnya akan terkuak juga). 40. Angkuh terbawa, tampan tertinggal (Baik rupanya, tapi tak baik sikapnya). 41. Anjing ditepuk menjungkit ekor (Orang hina ketika mendapat keberuntungan menjadi sombong). 42. Anjing diberi makan nasi, kapan akan kenyang (Tak ada manfaatnya berbuat kebaikan pada orang jahat). 43. Anjing galak babi berani (Sama-sama berani). 44. Anjing menyalak tiada menggigit (Bermulut besar tapi penakut). 45. Anjing dipukul sekali pun akan kembali ke tempat tulang (Seseorang yang jahat akan mengulang perbuatannya dengan tidak malu atau takut pada hukuman). 46. Alu patah lesung hilang (Terus-menerus ditimpa kemalangan). 47. Api padam puntung berasap (Perkara yang sudah putus tapi timbul lagi). 48. Api padam puntung hanyut (Keadaannya sudah benar-benar bangkrut). 49. Arang meskipun dibasuh dengan air mawar sekalipun tak kan pernah putih (Tabiat seseorang yang sudah buruk tak akan dapat diperbaiki lagi). 50. Asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan (Tabiat orang tak akan berubah). 51. Asam di darat ikan di laut bertemu dalam belanga (Kalau sudah jodoh pasti akan bertemu). 52. Asing lubuk, asing ikannya (Lain daerah lain adatnya). 53. Asing maksud, asing sampai (Tak sesuai dengan yang diharapkannya). 54. Atap rumbia perabung upih (Barang yang baik bercampur dengan barang yang baik). 55. Aur ditana, betung tumbuh (Mendapat keuntungan yang berlipat). 56. Awak menangis diberi pisang (Ketika bersedih dibujuk hati pun menjadi senang). 57. Awak sakit daging menimbun (Berpura-pura kekurangan uang padahal berlebihan hingga dapat menabung). 58. Awak yang payah membelah ruyung, orang lain mendapat sagunya (Orang lain yang mendapat keuntungan dari hasil kerja keras kita). 59. Awak yang tiada pandai menari, dikatakan lantai terjungkat (Untuk menutupi kesalahannya, orang lain yang dijadikan kambing hitam). 60. Asal ditugal adalah benih (Setiap perbuatan pasti ada hasilnya). 61. Ayam bertelur di padi, mati kelaparan (Orang yang tidak pernah puas, meskipun sudah berkecukupan). 62. Ada batang cendawan tumbuh (Di mana kita berada, di situlah kita mendapat rezeki). 63. Ayam berkokok, hari siang (Sudah ada tanda yang pasti). 64. Ayam ditambat disambar elang (Bernasib malang). 65. Anak badak dihambat-hambat (Sengaja menentang bahaya). 66. Ada uang, ada barang (Jika sanggup membayar lebih akan mendapat barang yang lebih baik pula)> 67. Ada beras taruh dalam padi (Rahasia hendaklah disimpan baik-baik). 68. Adakah buaya menolak bangkai (Orang jahat akan berbuat jahat jika ada kesempatan). 69. Alang-alang berdawat biarlah hitam (Jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung). 70. Asing biduk galang diletak (Lain yang dimaksud, lain yang dikerjakan). 71. Ada rupa, ada harga (Harga barang ditentukan oleh keadaan barang). 72. Ada hujan ada panas, ada hari boleh balas (Selalu ada kesempatan untuk balas dendam). 73. Adat diisi janji dilabuh (Adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati). 74. Anak kambing tak kan jadi anak harimau (Biasanya jika keturunannya dari orang lemah tak mungkin menjadi orang kuat). 75. Ada laga sekandang (Berkelahi dengan keluarga sendiri). 76. Adakah kayu di rimba sama tinggi (Manusia itu tak kan sama,ada yang pandai, ada yang bodoh, ada yang miskin, dan ada yang kaya). 77. Apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar (Meskipun mempunyai ilmu setinggi langit, jika tak diajarkan kepada orang lain akan sia-sia belaka). 78. Asalnya kuda itu kuda juga dan asalnya keledai itu keledai juga (Perbuatan baik hasilnya kebaikan, sedangkan perbuatan jahat hasilnya kejahatan juga). 79. Ada nyawa, ada rezeki (Selama masih hidup, selama itu pula akan memperoleh penghidupan). 80. Adat pasang berturun naik (Keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kejayaan seseorang). 81. Ada paha kaki, ada nyawa ada rezeki (Setiap orang memiliki rezeki masing-masing). 82. Asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan (Kalau sudah ada persetujuan, apa pun rintangannya dapat diatasi). 83. Ada rotan, ada duri (Di balik kesenangan, tentu ada kemalangan). 84. Ada sampan hendak berenang (Sengaja bersusah-susah yang sebenarnya tak perlu). 85. Ada sirih hendak makan sepah (Meskipun ada yang lebih baik, tetap menginginkan yang tak baik). 86. Akan dijadikan tabuh singkat, akan dijadikan genderang berlebih (Mengerjakan pekerjaan yang serba tanggung). 87. Ada sama dimakan, tidak ada sama ditahan (Merasakan bahagia bersama-sama, merasa susah bersama-sama). 88. Adat teluk timbunan kapal, adat gunung timbunan kabut (Meminta kepada yang punya, bertanya kepada yang pandai). 89. Ada air, ada ikan (Di mana kita tinggal, di situ kita mendapatkan rezeki). 90. Akal akar berpulas tak patah (Orang yang cerdik tak pernah kehabisan akal). 91. Akal tak sekali tiba (Tak akan ada yang langsung sempurna, harus berangsur-angsur). 92. Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang (Jika berhadapan perkataannya manis, tapi jika di belakang perkataannya buruk). 93. Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit (Menyelesaikan pekerjaan jangan tanggung-tanggung). 94. Anak dipangku, kemenakan dibimbing, orang kampung dipertenggangkan (Pertimbangkan segala sesuatunya dengan benar, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan). 95. Ada angin baik (Punya banyak harapan). 96. Antan patah, lesung hilang (Orang yang ditimpa musibah terus-menerus). 97. Arang sudah menjadi abu (Sudah rusak sama sekali). 98. Ada sama dimakan, tidak ada sama dicari (Susah dan senang ditanggung bersama). 99. Ada bukit dibalik pendakian (Baru saja menyelesaikan suatu masalah, muncul masalah baru). 100. Ada hujan, ada panas (Ada baik, ada buruk). 101. Adat berkawan zaman berzaman (Apabila berkawan hendaknya untuk selamanya) 102. Adat sama dijunjung, lembaga disanjung, pusaka sama dijaga (Adat istiadat hendaknya harus dihormati, dipatuhi, dan dijaga kelestariannya). 103. Adat berunding di atas rumah (Jangan membicarakan masalah di sembarang tempat). 104. Adat teluk timbunan kapal, adat muara timbunan ikan (Meminta kepada yang punya, bertanya kepada yang pandai). 105. Adat air cair, adat api panas (Segala sesuatu memiliki sifat dan keistimewaan masing-masing). 106. Adat dipakai baru, pakaian dipakai usang (Adat tidak dimakan zaman, bahkan jika dipakai dan ditaati akan terpelihara dengan baik, sebaliknya harta benda jika tidak dijaga dengan baik akan rusak). 107. Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbahan (Sesuatu itu akan berjalan sesuai dengan kodratnya). 108. Air sudah keruh dari hulunya (Suatu masalah yang tidak baik dari awalnya) 109. Air pasang tidak menghanyutkan (Pekerjaan besar tapi tidak membawa hasil). 110. Air ditetak tak kan putus (Mengerjakan sesuatu yang menguntungkan orang lain). 111. Akal hilang paham tertumbuk (Buntu semua jalan pikiran). 112. Akar terjumbai tempat siamang berpegang, menganjur tempat tupai menegun (Dari perkataan seseorang, dapat diketahui bahwa ia bersalah). 113. Aku nampak olah, kelibat hang sudah kutahu (Bagi orang yang bijaksana dapat mengetahui seberapa tinggi ilmu seseorang). 114. Aku tak hendak, engkau tak ingin (Sama-sama tidak mau). 115. Alah mau bertimbang enggan (Tidak menepati janji). 116. Alah bisa karena biasa (Segala kesulitan tidak terasa jika sudah terbiasa mengerjakannya). 117. Alah limau oleh benalu (Penduduk asli kalah oleh pendatang). 118. Alah membeli memang memakai (Lebih baik mengeluarkan uang lebih besar untuk mendapatkan barang yang baik dan memuaskan). 119. Alah disabung menang disorak (Sudah kalah tapi masih sombong). 120. Alamat biduk akan karam (Pertanda akan mengalami kesusahan). 121. Angguk-angguk kukuran (Seolah-olah patuh dan bodoh, tapi banyak akal). 122. Anjing menyalak di ekor gajah (Orang yang lemah hendak melawan orang yang berkuasa). 123. Apel merah mengundang batu (Sesuatu yang menarik perhatian dapat mengundang orang untuk memilikinya). 124. Awan berarak ditangisi (Bersedih hati mengenang nasib yang tak beruntung). 125. Arang habis, besi binasa (Pekerjaan yang tidak menghasilkan apa-apa). 126. Asal ada kecil pun pada (Jika tidak banyak tersedia, sedikit pun cukup). 127. Aus telunjuk mencolek ragam (Orang yang selalu ditimpa kemiskinan). 128. Awak rendah, sangkutan tinggi (Pengeluaran lebih besar daripada penghasilan). 129. Awal dikenal, akhir tidak (Tidak mempertimbangkan akibatnya). 130. Ayam bertelur sebutir ribut seluruh negeri, penyu bertelur beribu-ribu tak seorang pun tahu (Punya kekayaan sedikit sudah membanggakan diri). 131. Ayam berinduk, sirih berjunjung (Orang yang lemah harus dilindungi). 132. Ayam hitam terbang malam, bertali ijuk bertambang tanduk, hinggap di kebun rimbun (Kejahatan yang tidak atau belum diketahui orang lain) 133. Ayam putih terbang siang, hinggap di kayu merasai, bertali benang bertambang tanduk (Suatu masalah yang telah diketahui semua orang). 134. Ayam tangkas di gelanggang (Orang yang pandai berbicara atau berpidato di depan umum). 135. Ayam lepas tangan bercirit (Seseorang yang berbuat kejahatan, akhirnya mendapat malu). 136. Anak badak dihambat-hambat (Sengaja mencari bahaya). 137. Adat rimba, siapa berani ditaati (Penguasa yang melalaikan tugas dan hukum). 138. Adat bersendi syarak, syarak bersendi adat (Sebelum bertindak dipikirkan untung dan ruginya). 139. Adat negeri memagar negeri, adat kampung memagar kampung (Suka menolong sesama). 140. Adakah hilang bisa ular karena menyusup akar (Orang besar jika merendahkan diri tetap saja derajatnya tidak akan turun). >>(air) susu dibalas dengan (air) tuba kebaikan dibalas dengan kejahatan >> (bagai) duri dalam daging sesuatu yang selalu menyakitkan hati atau mengganggu pikiran >> (sampai) ke tulang sumsum , mendalam sekali (perasaan dingin dsb) >> (sebagai durian) pangsa menunjukkan bangsa (sebagai durian menunjukkan pangsa nya) kelakuan (perkataan dsb) seseorang menunjukkan tinggi rendahnya budi pekerti (asal dsb) >> (seperti) abu di atas tanggul tidak tetap kedudukannya (sewaktu-waktu dapat dipecat dsb) >>ada angin ada pohon nya (hujan berpohon, panas berasal) segala hal ada asal mulanya (sebab-sebabnya) >>ada bangkai ada hering jika ada perempuan lacur, banyak laki-laki yang datang >>ada beras , taruh dalam padi rahasia hendaklah disimpan baik-baik                      >>ada biduk serempu pula tidak pernah merasa puas, selalu menginginkan yang lain >>ada biduk serempu pula tidak puas dengan apa yang ada >>ada gula ada semut di mana banyak kesenangan di situlah banyak orang datang >>ada gula ada semut orang akan berdatangan ke tempat yang menyenangkan >>ada hujan ada panas, ada hari boleh balas selalu ada kesempatan untuk membalas dendam >>ada nyawa (umur) ada rezeki selama masih hidup kita tentu masih sanggup berusaha >>ada padi segala menjadi orang kaya dapat mencapai apa yang diinginkannya >>ada rotan ada duri dalam kesenangan tentu ada kesusahannya >>ada rupa ada harga harga barang ditentukan oleh keadaan barang >>ada sampan hendak berenang sengaja berpayah-payah padahal sebenarnya tidak perlu berbuat begitu >>ada uang ada barang jika sanggup membayar banyak akan mendapat barang yang lebih baik >>ada ubi ada talas, ada budi ada balas kejahatan dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan; barang siapa yang berbuat sesuatu tentu akan mendapat balasan yang setimpal >>ada udang (berudang) di balik batu ada suatu maksud yang tersembunyi >>adakah buaya menolak bangkai orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan >>adapun manikam itu jika dijatuhkan ke dalam limbahan sekalipun, niscaya tidak hilang cahayanya orang yang asalnya baik jika ia miskin ataupun menjadi suruh-suruhan orang, tabiatnya, kelakuannya, dan budi bahasanya tetap baik >>adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah pekerjaan (perbuatan) hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama (jangan bertentangan satu dengan yang lain) >>adat dagang tahan tawar sudah biasa bahwa barang dagangan boleh ditawar >>adat diisi janji dilabuh adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati >>adat diisi lembaga dituang hendaklah segala sesuatu dilakukan menurut kebiasaan >>adat diisi, lembaga dituang melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan >>adat diisi, lembaga dituang dilakukan menurut aturan yang lazim >>adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu >>adat hidup tolong-menolong, syariat palu-memalu dalam kehidupan sehari-hari harus saling menolong, dalam agama saling membantu >>adat pasang berturun naik keadaan yang selalu berubah-ubah, terutama tentang kekayaan atau kedudukan seseorang >>adat periuk berkerak, adat lesung berdekak jika seseorang ingin beroleh keuntungan dalam satu pekerjaan, hendaklah ia dapat menanggung kesusahan >>adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung segala sesuatu ada tata caranya >>adat teluk timbunan kapal biasanya orang yang berpengaruh (berkuasa dsb) menjadi tempat orang meminta pertolongan (untuk menyelesaikan perkara dsb) >>agih-agih kungkang terlampau murah hati sehingga menderita kesusahan >>air beriak tanda tak dalam orang yang banyak cakap (sombong dsb), biasanya kurang ilmunya >>air beriak tanda tak dalam orang yang sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi >>air besar batu bersibak persaudaraan (keluarga) menjadi cerai-berai apabila terjadi perselisihan >>air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya >>air di daun keladi (daun keladi dimandikan) sukar diajar atau dinasihati >>air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam tidak enak makan dan minum (karena terlalu sedih dsb) >>air jernih ikannya jinak negeri yang serba teratur dengan penduduknya yang serba baik, baik pula budi bahasanya >>air lalu kubang tohor uang yang diterimanya lekas habis untuk membayar utang dsb >>air susu dibalas dengan air tuba perbuatan baik dibalas dengan perbuatan jahat >>air tenang (biasa) menghanyutkan orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya >>air tenang menghanyutkan orang yang pendiam, tetapi banyak pengetahuannya >>akan dijadikan tabuh singkat, akan dijadikan genderang berlebih serba tanggung >>alah (kalah) -, menang memakai biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama karena mutunya baik >>alah bisa karena biasa kalah kepandaian oleh latihan >>alah bisa oleh (karena) biasa sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi                                       >>alah bisa tegal biasa sesuatu menjadi biasa, dan tidak terasa sukar lagi; pengalaman praktik lebih baik daripada teori >>alah di rumpun betung                 kekalahan yang tidak memuaskan pihak yang kalah >>alah limau oleh benalu orang yang merugikan atau menguasai orang atau tempatnya menumpang >>alah main, menang sarak biarpun kalah main asal kehormatan diri terpelihara >>alah menang tak tahu, bersorak boleh perihal seseorang yang tidak ikut campur dalam dua pihak yang sedang berbantah, tetapi hanya ikut mengejek pihak yang telah tentu kalah >>alang berjawab, tepuk – baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat >>alang-alang berdawat biarlah hitam jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung >>alur bertempuh, jalan berturut dilakukan menurut adat (kebiasaan) yang lazim >>anak ayam kehilangan induk ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan >>anak badak dihambat-hambat dengan sengaja mencari bahaya >>anak baik menantu molek mendapat keuntungan yang berlipat ganda >>anak dipangku dilepaskan, beruk dalam rimba disusukan (disusui) selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan >>anak orang, anak orang juga seseorang yang asing bagi kita akan tetap asing juga >>anak sendiri disayangi, anak tiri dibengkengi bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yang diutamakan >>angan lalu, paham tertumbuk suatu hal yang banyak halangannya meskipun tampaknya dapat dilakukan dengan mudah >>angguk bukan, geleng ia lain di mulut lain di hati >>antan patah lesung hilang tertimpa berbagai musibah (kecelakaan; kesusahan) >>antan patah, lesung hilang kemalangan yang bertimbun-timbun >>apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan) >>apa yang kurang pada belida , sisik ada tulang pun ada orang yang berkecukupan, tidak ada yang kurang padanya >>api padam puntung berasap perkara yang sudah putus, tetapi timbul lagi >>api padam puntung hanyut sudah habis (tamat) benar-benar >>arang habis besi binasa pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya, tetapi hasilnya tidak ada >>arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi >>asal ada kecil pun pada kalau tidak mendapat banyak, sedikit pun cukup >>asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi >>asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan tabiat orang tidak akan berubah >>asal berinsang , ikanlah tidak pilih-pilih (pekerjaan, makanan, perempuan, dsb) >>asal menugal adalah benih setiap perbuatan tentu akan ada hasilnya (ada yang memperhatikan) >>asam di darat, ikan di laut (garam di laut asam di gunung) bertemu dalam belanga laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya >>asing lubuk, asing ikannya lain daerah, lain adatnya >>asing maksud, asing sampai tidak sesuai dengan yang diharapkan >>atap rumbia (ijuk) perabung upih barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk >>aur ditanam, betung tumbuh mendapat untung (laba) banyak >>aur ditarik sungsang banyak sangkut-pautnya sehingga susah dilaksanakan >>awak tikus hendak menampar kepala kucing menghendaki sesuatu yg tidak mungkin diperoleh atau terjadi >>awak yang payah membelah ruyung , orang lain yang beroleh sagunya kita yang berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat faedahnya                                                      >>ayam bertelur di padi hidup senang dan mewah >>ayam ditambat disambar elang malang sekali; bernasib buruk >>ayam hitam terbang malam sukar ketahuan (tentang perkara dsb) >>ayam itik raja pada tempatnya setiap orang berkuasa di tempatnya atau di lingkungannya >>ayam laga sekandang berkelahi atau bertengkar dengan keluarga sendiri atau teman seperguruan >>ayam putih terbang siang mudah ketahuan (tentang perkara dsb) >>babi merasa gulai menyama-nyamai orang besar (kaya) >>badak makan anak ayah membuang anaknya karena takut akan musnah kebesarannya (pada raja-raja zaman dahulu) >>bagai – kain dapat memakai sesuatu barang (pinjaman) dengan sekehendak hati saja >>bagai air di daun talas selalu berubah-ubah (tidak tetap pendirian) >>bagai air ditarik sungsang melakukan sesuatu yang menjadi sukar karena salah jalan >>bagai anak sepat ketohoran berbaring bermalas saja >>bagai anjing melintang denai sangat gembira (sombong) >>bagai ayam dibawa ke lampok keheranan melihat sesuatu >>bagai balam dengan ketitir perihal dua orang yang selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya >>bagai batu jatuh ke lubuk hilang lenyap (orang yang meninggalkan tempat) >>bagai beliung dengan asahan sangat karib (tidak pernah bercerai) >>bagai belut digetil ekor lancar (cepat sekali) >>bagai belut diregang seseorang yang tinggi kurus                                                                                                     >>bagai belut kena ranjau (getah) seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu >>bagai bertanak di kuali bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri >>bagai bertanak di kuali bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri >>bagai beruk kena ipuh menggeliat-geliat karena kesakitan dsb >>bagai berumah di tepi tebing selalu tidak aman hatinya >>bagai bulan dengan matahari sebanding; sesuai >>bagai bulan kesiangan pucat dan lesu >>bagai buntal kembung bodoh dan sombong >>bagai bunyi cempedak jatuh bunyi seperti barang berat jatuh >>bagai bunyi siamang kenyang banyak bicara karena mendapat kesenangan >>bagai dawat dengan kertas tidak pernah bercerai; tidak dapat dipisahkan >>bagai dekan di bawah pangkal buluh seseorang yang pandai menyimpan rahasia                                                                                     >>bagai dekan di bawah pangkal buluh seseorang yang pandai menyimpan rahasia >>bagai denai gajah lalu hal yang tidak mungkin dapat disembunyikan >>bagai dulang dengan tudung saji sangat serasi >>bagai duri dalam daging selalu terasa tidak menyenangkan hati >>bagai gadis jolong bersubang sombong atau sangat riang (karena baru saja menjadi kaya, berpangkat tinggi, dsb) >>bagai garam jatuh ke air nasihat dsb yang mudah diterima >>bagai getah dibawa ke semak makin kusut (tentang perkara) >>bagai ikan dalam keroncong tidak tertolong lagi; tidak ada harapan lagi untuk meloloskan diri >>bagai ikan kena tuba banyak orang sakit atau mati dl sebuah kampung (negeri) >>bagai ilak bercerai dengan benang bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi) >>bagai inai dengan kuku tidak pernah bercerai                                                                                                       >>bagai itik pulang petang sangat lambat (jalannya)                                                                                                   >>bagai jampuk kesiangan hari kebingungan atau termenung karena kehilangan akal >>bagai jawi ditarik keluan menurut saja (karena tidak dapat melawan) >>bagai jawi terkurung sangat gelisah atau kurang senang karena terpingit atau terikat oleh adat >>bagai kacang direbus satu melonjak-lonjak kegirangan >>bagai kapal tidak bertiang perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yang tidak mempunyai pemimpin >>bagai kapas – putih bersih >>bagai keluang bebar petang ramai-ramai berkerumun >>bagai kena buah malaka sangat terperanjat seolah-olah kena peluru karena penghinaan yang tidak disangka-sangka >>bagai kena santung pelalai gadis yang lupa (tidak ingat) akan bersuami (karena diguna-gunai orang) >>bagai kerakap tumbuh di (di atas) batu, hidup enggan mati tak mau hidup dalam kesukaran (kemelaratan) >>bagai kinantan hilang taji seseorang yang telah kehilangan penghargaan >>bagai kucing dibawakan lidi sangat ketakutan >>bagai kucing lepas senja sukar dicari >>bagai kuku dengan daging tidak terceraikan; tidak pernah bercerai >>bagai kuku dengan isi sukar diceraikan; tidak pernah bercerai >>bagai langau di ekor gajah selalu tunduk kepada kemauan orang besar atau orang pandai >>bagai manik putus talinya (pengarang) perihal air mata yang bercucuran                                                                                        >>bagai melihat asam ingin sekali >>bagai melulusi baju sempit (bagai terbuang ke sisiran) seseorang yang merasa senang karena terlepas dari kesusahan                                                              >>bagai membakar tunam basah hal mengajar anak yang bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya >>bagai menakik darah mati dari alu (bagai menakik darah mati dari batu) bekerja keras tetapi sedikit hasilnya >>bagai menentang matahari melawan atau menyanggah kekuatan atau kekuasaan yang jauh lebih tinggi daripada kuasa atau kekuatan penyanggah itu tentu akan binasa >>bagai menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, pekerjaan itu ditinggalkan >>bagai menghela rambut dalam tepung pekerjaan yang sulit atau pekerjaan yang harus dikerjakan dengan hati-hati sekali >>bagai menghela tali jala sangat berhati-hati >>bagai menyandang galas tiga pekerjaan yang ringan, tetapi sukar melakukannya >>bagai menyukat belut pekerjaan yang sia-sia >>bagai orang kena miang gelisah sekali karena mendapat malu >>bagai pahat , tidak ditukul tidak makan orang yang mau bekerja apabila diperintah >>bagai pelita kehabisan minyak tidak berseri-seri lagi >>bagai perian pecah suara yang sember (tidak merdu) >>bagai pimping di lereng orang yang tidak berpendirian tetap >>bagai pinang belah dua sama besar, serupa benar >>bagai pintu tak berpasak, perahu tak berkemudi sesuatu yang membahayakan >>bagai pucuk (enau) dilancarkan (diluncurkan) sangat lancar; cepat sekali >>bagai pucuk pisang didiang lemah sekali; tidak bertenaga bagai rambut dibelah tujuh (seribu) sedikit (kecil) sekali >>bagai rupa orang terkena beragih bermuka masam karena rugi dsb (dalam perdagangan) >>bagai serangkak tertimbakan berjalan miring karena cacat pada tubuhnya >>bagai serdadu pulang baris orang yang kelihatannya selalu bergaya, tetapi pekerjaannya berat dan berbahaya >>bagai si bisu berasian (bermimpi), terasa ada terkatakan tidak tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti) >>bagai si kudung beroleh cincin beroleh keuntungan, tetapi tidak dapat menikmatinya >>bagai si kudung panji – pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan kemampuan akan sia-sia >>bagai si lumpuh hendak merantau tidak mungkin dikerjakan >>bagai siamang kurang kayu sangat bersedih hati karena menderita kekurangan >>bagai tanduk bersendi gading jodoh yang tidak sepadan >>bagai tanduk diberkas sangat sukar untuk disatukan (karena tidak sepaham atau sependirian) >>bagai tikus membaiki labu orang yg mencoba memperbaiki sesuatu yg tidak diketahuinya, akhirnya merusaknya >>bagai unta menyerahkan diri amat patuh menurut perintah; mengaku salah dan bertobat; menyerah dan menurut >>bagaikan rama-rama masuk api musnah dengan cepat >>bagaimana bunyi gendang , begitulah tarinya menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan >>bagaimana ditanam begitulah dituai tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya >>bagaimana ditanam begitulah dituai tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya >>bagaimana ditanam, begitulah dituai seseorang akan mendapat balasan seperti yang diperbuatnya >>bahasa menunjukkan bangsa budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan) >>baik berjagung-jagung sementara padi belum masak lebih baik dipakai dulu yang ada sementara yang baru belum didapatkan >>baik rupa sepemandangan , baik bunyi sependengaran cocok; seia sekata >>bajak patah banting terambau menderita kecelakaan bertimpa-timpa >>bajak selalu di tanah yang lembut orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah >>bajak sudah terdorong ke bancah sudah terlanjur (tidak dapat kembali) >>baji dahan membelah dahan memboroskan harta tuannya >>baju indah dari balai, tiba di rumah menyarungkan hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi >>bak ilmu padi , kian berisi kian runduk selalu merendahkan diri (tidak sombong) >>bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang sesuatu yang diperoleh itu sekalipun berguna juga, tetapi kemudian mendatangkan yang lebih menyiksa >>bak menanti orang dahulu, bak melalah orang kudian melakukan sesuatu yang sia-sia >>bak tengguli ditukar cuka suatu kejadian yang bertukar dari keadaan yang menggembirakan ke keadaan yang menyedihkan >>bakar tidak – maksud jahat yang tersembunyi >>bala lalu dibawa singgah sengaja mencari kesusahan (kecelakaan) >>banyak menelan garam hidup banyak pengalaman hidup >>banyak menelan garam hidup banyak pengalaman hidup >>banyak menelan garam hidup banyak pengalaman hidup >>banyak menelan garam hidup banyak pengalaman hidup >>banyak orang banyak ragam nya tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri >>bapak badari , cak pemimpin dsb yang penghidupannya diperoleh dari pengikutnya >>barang siapa menggali lubang , ia akan terperosok ke dalamnya siapa yang berniat (berbuat) jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri                                     >>barang siapa yang berketuk ialah yang bertelur siapa yang merasa tersindir, dialah yang berbuat seperti yang disindirkan itu                        >>barang tergenggam jatuh terlepas sesuatu yang sudah dikuasai (dimiliki), terlepas lagi (menderita kemalangan) >>batang betung beruas-ruas sangat jujur; lurus hati >>batu hitam tak bersanding tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dsb) >>bau busuk tidak berbangkai celaan (fitnah dsb) yang tidak benar >>bau nya setahun pelayaran berbau busuk sekali >>bayang-bayang disangka tubuh mengharapkan sesuatu yang belum pasti >>bayang-bayang sepanjang badan tepat benar menurut keadaannya (harapannya, kemampuannya, dsb) >>bayang-bayang tidak sepanjang badan berbuat sesuatu yang melebihi dari (tidak sesuai dengan) kemampuannya >>beban berat senggulung batu tanggungan yang sangat berat >>beban berat senggulung batu melakukan pekerjaan yang berat dan sukar, sedangkan alat untuk melaksanakannya atau membantunya kurang baik >>becermin di air keruh mencontoh perbuatan yang kurang baik >>belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai                                       >>belalang dapat menuai dapat keuntungan tanpa disengaja >>belalang hendak menjadi elang orang bodoh (hina) berlaku seperti orang pandai (terhormat) >>belanak bermain di atas karang ombak besar (sehingga ikan belanak yang biasanya senang diam dalam pasir laut, naik ke permukaan laut) >>belukar sudah menjadi rimba kesalahan yang tidak dapat diperbaiki lagi >>belum (sudah) diasapi kemenyan belum (sudah) kawin >>belum beranak sudah ditimang bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai >>belum beranak sudah ditimang belum duduk sudah berlunjur terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai >>belum bergigi hendak mengunyah (menggigit) hendak melakukan sesuatu, tetapi belum ada sarananya >>belum bertaji hendak berkokok belum berilmu (kaya, kuasa, dsb) sudah hendak menyombongkan diri >>belum dipanjat asap kemenyan belum kawin >>belum duduk belunjur dulu sudah bergirang hati lebih dahulu sebelum tercapai apa yang dikehendaki >>belum duduk sudah belunjur sudah bergirang hati dulu sebelum tercapai yang dikehendaki >>belum duduk sudah mengunjur sudah bergirang hati sebelum tercapai apa yang diinginkannya >>belum punya kuku hendak mencubit belum mempunyai kekuasaan sudah hendak mencari-cari kesalahan orang >>belum tahu di pedas lada belum berpengalaman >>belum tahu di pedas lada masih muda sekali; belum berpengalaman >>belum tegak hendak berlari lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahi; belum duduk sudah belunjur >>belum tentu hilir mudik nya belum tentu keputusan atau kesudahan suatu hal atau perkara; kokoh, baik dalam soal yang kecil-kecil maupun dalam soal yang besar-besar >>belum tentu si upik si buyungnya belum tentu kesudahannya >>benci akan mencit rengkiang disunu sebab takut akan bahaya yang kecil, dibuanglah keuntungan yang banyak >>berair rongkong mendapat rezeki (keuntungan) >>beraja di hati, bersultan di mata, ( beraja di mata, bersultan di hati) menurutkan kemauan sendiri >>berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian >>beranak tiada – mendapat kesusahan (kecelakaan dsb) karena salahnya sendiri >>berani hilang tak hilang, berani mati tak mati melakukan pekerjaan hendaklah jangan tanggung-tanggung atau takut-takut >>berani malu, takut mati berani melakukan pekerjaan terlarang, setelah ketahuan baru menyesal >>berani menjual, berani membeli ( berani pegang, berani tanggung) jika berani mengatakan (memerintahkan), hendaknya berani melakukan juga >>berani sendok pengedang, air hangat direnanginya perihal orang berani, tetapi bodoh                                                                      >>berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dsb) >>berarak ke tebing melakukan pekerjaan yang mendapatkan kecelakaan atau kerugian >>berarak tidak berlari melakukan sesuatu sebagaimana mestinya >>berat sama dipikul, ringan sama dijinjing suka duka, baik buruk sama-sama ditanggung >>berat sama dipikul, ringan sama dijinjing bersama-sama dalam suka dan duka >>berat sepikul, ringan sejinjing bersama- sama dalam suka dan duka >>berbilang dari esa, mengaji dari alif jika mengerjakan sesuatu hendaknya dimulai dari permulaan >>berbuat jahat jangan sekali, terbawa cemar segala ahli jangan sekali-kali berbuat jahat karena nama baik keluarga akan terbawa-bawa menjadi buruk >>berbukit di balik pendakian lepas dari kesukaran yang satu mendapat kesukaran lain >>bercekak henti, silat terkenang buah pikiran yang sudah terlambat tidak ada gunanya                                  >>bercerai sudah, talak tidak sudah berpisah, tetapi belum sah diceraikan >>bercerai tidak bertalak (kalau bercerai tidak usah menjatuhkan talak) pertalian suami-istri yang tidak sah >>berdiang di abu dingin tidak mendapat apa-apa (dari saudara, tuan rumah, dsb) >>berebut lontong tanpa isi berlomba-lomba memperoleh sesuatu yang tidak berguna >>berebut temiang belah berkelahi memperebutkan sesuatu yang tidak berharga >>berebut temiang hanyut, tangan luka temiang tak dapat dua orang yang memperebutkan sesuatu sampai luka-luka, tetapi tidak ada hasilnya >>berendam se sayak air, berpaut sejengkal tali penghidupan yang sangat susah (serba kekurangan) >>berendam sesayak air, berpaut sejengkal tali hidup serba kekurangan >>bergaduk diri, saku-saku diterbangkan angin banyak membual, tetapi kantongnya kosong >>bergantung di ujung kuku dalam keadaan yang sangat berbahaya >>bergantung pada rambut sehelai berada dalam keadaan yang sangat sulit (bahaya) >>bergantung pada tali rapuh menyandarkan hidupnya pada orang (jabatan, pekerjaan, dsb) yang lemah atau tidak tetap >>bergantung tidak bertali (sehasta tali) perempuan yang ditinggalkan suaminya, tetapi tidak pula diceraikan; (b) keadaan seorang gundik yang tidak sah >>berguru dahulu sebelum bergurau belajar dahulu sebelum bersenang-senang >>berhakim kepada beruk meminta pengadilan kepada orang yang tamak niscaya akan rugi >>berhakim kepada beruk minta keadilan (pertimbangan) kepada orang yang rakus >>berhati baja, berurat kawat tabah dan keras hati >>berhitung nasib peruntungan membicarakan nasib >>beriak tanda tak dalam, berguncang tanda tak penuh orang yang suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya >>berjalan peliharakan kaki , berkata peliharakan lidah ingat-ingat selalu dalam berbuat sesuatu >>berjalan sampai ke batas , berlayar sampai ke pulau segala usaha hendaknya sampai kepada maksudnya >>berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan selalu ingat-ingat (hati-hati) dalam melakukan pekerjaan apa pun >>berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikirkan dalam berbuat sesuatu hendaklah kita mempertimbangkannya masak-masak >>berjalan selangkah, melihat surut selalu ingat akan hari kemudian (tidak hanya memikirkan waktu sekarang saja) >>berjanjang naik, bertangga turun menurut derajat dan kedudukan masing-masing; menurut aturan yang lazim berlaku >>berkain tiga hasta; berkain tak cukup sebelit pinggang; tak berkain sehelai benang) serba kekurangan (miskin sekali) >>berkata peliharakan lidah … tidak akan menghiraukan cemoohan orang >>berkata siang melihat-lihat, berkata malam mendengar-dengar jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati >>berkayuh sambil ke hilir sekali melakukan pekerjaan dua tiga maksud tercapai >>berkelahi dalam kepuk hal yang sukar diselesaikan >>berkelahi dalam mimpi berlelah-lelah dengan sia-sia >>berkelahi di ekor alahan mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres (selesai) atau yang kurang penting >>berkemudi di haluan, bergilir ke buritan orang yang menurut perintah istrinya atau orang sebawahnya >>berkeras tidak berkeris bertindak keras, tetapi tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri berkering air liur , >>berketuk di luar sangkar, bertanam di luar pagar mengemukakan keterangan (keberatan dsb) sesudah diputuskan >>berkocak tanda tak penuh orang yang banyak bicara menandakan kurang pengetahuannya >>berkotakan (bernegerikan, berkubukan) betis mengembara ke mana-mana (tidak tetap tempat tinggalnya) >>berlaki anak semang perempuan yang buruk kelakuannya >>berlayar atas angin mendapat bantuan atau sokongan orang lain >>berlayar bernakhoda, berjalan dengan yang tua setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yang ahli atau yang berpengalaman >>berlayar di pulau kapuk, cak tidur >>berlayar menentang (mengadang, menuju) pulau setiap usaha harus ada tujuannya: >>berlayar sambil memapan menyelesaikan dua tiga pekerjaan sekaligus >>berlayar sambil memapan menyelesaikan dua tiga pekerjaan sekaligus >>berlayar sampai ke pulau , berjalan sampai ke batas segala usaha hendaklah diselesaikan sampai tercapai maksudnya >>berleleran bagai getah di lalang tidak keruan (tentang percakapan atau pembicaraan) >>berlidah di lidah orang hanya menurut perkataan orang saja >>berlurah di balik pendakian maksud lain yang tersembunyi >>bermain air basah, bermain api lecur tiap pekerjaan atau usaha ada susahnya >>bermain air basah, bermain api letup, bermain pisau luka tiap perbuatan atau pekerjaan ada akibatnya (risikonya) >>bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati >>berminyak biar licin (lecak) tanggung-tanggung; setengah-setengah >>berminyak muka nya senang; gembira >>bermulut di mulut orang selalu meniru perkataan orang >>bernapas ke luar badan lebih percaya pada pendapat orang lain daripada percaya pada pendapat sendiri >>bernapas ke luar badan lebih percaya pada pendapat orang lain daripada percaya pada pendapat sendiri >>berniaga di ujung lidah orang pandai yg tidak jujur >>beroleh badar tertimbakan mendapat keuntungan yang tidak di- sangka-sangka >>beroleh lumpur di tempat yang kering mendapat kesusahan yang tidak disangka-sangka >>beroleh sehasta hendak se depa sudah diberi sedikit, mau minta lebih lagi >>berpilin-pilin bagai kelindan sudah menjadi satu benar, tidak dapat diceraikan lagi >>bersaksi ke lutut menjadikan sahabat (sanak saudara sendiri) sebagai saksi >>bersaksi ke lutut menjadikan sahabat (sanak saudara sendiri) sebagai saksi >>bersalai tidak berapi mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami >>bersalai tidak berapi mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami >>bersandar di lemang hangat berlindung kepada orang yang jahat (zalim dsb) >>bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya >>bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya >>bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang orang miskin yang bertingkah laku sebagai orang kaya >>berserah berkabilan sudah memercayakan sesuatu kepada orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh) >>berserah berkabilan sudah memercayakan sesuatu kepada orang, tetapi masih mengawasinya juga (jadi, tidak percaya sungguh-sungguh) >>bersesak-sesak bagai ular tidur seseorang yang disesakkan, seperti ditagih utang berulang-ulang >>bersesapan belukar pekerjaan yang tidak sempurna >>bersikap masa bodoh tidak peduli apa-apa; tidak ikut memikirkan perkara orang lain >>bersua alur nya, sesuai benar; cocok >>bersua baji dengan matan (tahan baji oleh kelidai) keras (berani, kuat) lawan keras (berani, kuat) >>bersua beliung dengan sangkal sesuai benar (karena sepaham dan setujuan) >>bersukat darah, bertimbang daging (dengan) berperang mati-matian (dengan)                                                                           >>bersuluh menjemput api bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui >>bersurih bak sepasin , berjejak bak berkik, berbau bak embacang ada tanda-tanda (bukti) yang nyata dan sah dalam suatu kejahatan >>bersurih bak sepasin, berjejak bak berkik, berbau bak embacang kejahatan yang telah ada buktinya yang sah >>bersutan di mata beraja di hati orang yang suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang >>bertabur bijan ke tasik membuang-buang uang (waktu dan tenaga) >>bertabur bijan ke tasik membuang-buang uang (waktu dan tenaga) >>bertali boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing ada tanda (bukti) yang jelas atau yang boleh dipegang teguh >>bertali boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing perjanjian sudah erat dengan syarat-syaratnya >>bertanam tebu di bibir mengeluarkan perkataan yang manis-manis (memuji-muji dsb), tetapi mempunyai maksud yang kurang baik >>bertandang ke surau bertamu ke rumah orang dengan tidak mendapat jamuan apa-apa; ~ >>bertandang ke surau bertamu ke rumah orang dengan tidak mendapat jamuan apa-apa; ~ >>bertanjak baru bertinjau melakukan sesuatu sebagaimana mestinya >>bertanjak baru bertinjau melakukan sesuatu sebagaimana mestinya >>berteduh di bawah betung mendapat pertolongan yang tidak mencukupi >>berteduh di bawah betung beroleh pertolongan yang tidak memadai >>berteduh di bawah betung mendapat pertolongan yang tidak mencukupi >>bertemu beliung dengan ruyung sama-sama kuat (tentang permusuhan) >>bertemu muka dengan tedung bertemu (berharap-harap) antara dua orang yang sama-sama kuat (pandai) >>bertemu muka dengan tedung bertemu (berharap-harap) antara dua orang yang sama-sama kuat (pandai) >>bertemu muka dengan tedung bertemu (berharap-harap) antara dua orang yang sama-sama kuat (pandai) >>bertemu mura dengan tedung sama-sama pandai (kuat dsb) >>bertemu ruas dengan buku sesuai benar; serasi >>bertemu ruas dengan buku cocok (sesuai) karena memang sudah jodohnya >>bertemu teras dengan beliung dua orang bertengkar yang sifatnya sama-sama keras >>bertenun sampai ke bunjai nya mengerjakan sesuatu harus sampai selesai >>bertepuk sebelah tangan kasih sayang yang datang dari sebelah pihak >>bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi kasih sayang tidak mungkin datang dari satu pihak >>bertiraikan banir tidak mempunyai rumah >>bertitah lalu sembah berlaku jika kehendak orang lain kita turut, kehendak kita pun akan diturut juga >>bertohor air liur sudah banyak memberi nasihat, tetapi tidak diindahkan >>bertopang pangkal seia berbantah dapat menjadi dasar mencapai persetujuan >>bertukar beruk dengan cigak sama saja halnya >>bertukar jalan (sekandang tidak sebau, seia bertukar sebut) berlainan pendapat (caranya) meskipun maksudnya sama; >>bertunggul ditarah, kesat diampelas sudah beres (tentang perselisihan) >>besar bungkus tak berisi (tong kosong nyaring bunyinya) orang yang besar cakap, tetapi kepandaiannya tidak ada >>besar kapal besar gelombang makin tinggi pangkatnya atau makin besar perniagaannya, makin banyak pula risikonya >>besar kayu besar bahan nya jika penghasilan besar, pengeluarannya pun besar pula >>besar kayu besar bahannya ( besar periuk besar keraknya) banyak penghasilan banyak pula belanjanya >>besar kayu besar dahan nya makin banyak pendapatan (uang) makin banyak pula yang dibelanjakan >>besar pasak dari tiang belanja lebih besar daripada pendapatan >>besar periuk besar kerak semakin banyak pendapatan, semakin banyak pula pengeluaran >>besar senggulung daripada beban, besar pasak daripada tiang besar belanja daripada pendapatan >>besi baik dibajai (diringgiti) barang yang sudah baik ditambah baik lagi >>besi baik tiada berkarat (budi baik tak dilupakan) perbuatan yang baik selamanya terpuji >>betung ditanam, aur tumbuh mengharapkan sesuatu yang baik (menguntungkan), tetapi memperoleh yang sebaliknya >>biang menanti tembuk perkara yang hampir mendapat keputusan >>biar dahi berluluk asal tanduk mengena apa pun akan dilakukan asal maksud tercapai >>biar kalah sabung asalkan menang sorak biar harta habis asal hati senang (puas)                                   >>biar lambat laga , asal menang biar lambat asal selamat >>biar miskin asal cerdik, terlawan jua orang kaya kebijakan itu lebih utama daripada kekayaan >>biar putih tulang, jangan berputih mata (lebih baik putih tulang daripada berputih mata) lebih baik mati daripada menanggung malu >>biar putih tulang, jangan putih mata lebih baik mati daripada mendapat malu >>biar singit jangan tertiarap jika mendapat kerugian (kesusahan dsb), hendaklah diikhtiarkan agar tidak terlalu rugi dsb; tidak apa-apa rugi sedikit, asal jangan habis sama sekali (hartanya) >>biar sipi (asal) jangan sesat jika telah menderita kerugian (kekalahan, kesusahan, dsb) hendaknya diusahakan supaya jangan terlampau menderita; biar rugi sedikit, asal jangan rugi banyak >>biar telinga rabit , asal dapat bersubang biar badan terasa sakit asal menjadi cantik >>biar tersengat, jangan tiarap hendaklah diusahakan supaya jangan terlanjur merugi dsb >>biar titik jangan tumpah biar rugi sedikit asal jangan rugi banyak                                >>bibir nya bukan diretak panas perkataannya (nasihatnya) tidak sia-sia >>biduk lalu kiambang bertaut seperti dua orang bersaudara jika bertengkar akan lekas berbaik atau berkumpul kembali >>biduk lalu kiambang bertaut lekas berbaik atau berkumpul kembali (seperti perselisihan antara sanak keluarga) >>biduk lalu kiambang bertaut seperti dua orang bersaudara jika bertengkar akan lekas berbaik atau berkumpul kembali >>biduk lalu, kiambang bertaut orang yang berkelahi atau bertengkar yang akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tentang orang ramai berkumpul) >>biduk tiris menanti karam sudah tidak tertolong lagi >>biji hampa sia-sia; tidak dipedulikan >>biji hampa sia-sia; tidak dipedulikan >>bingung tak dapat diajar, cerdik tak dapat diikuti berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang) >>bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar cela (kesalahan, keburukan, dsb) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu >>bodoh-bodoh sepat , tak makan pancing emas meskipun bodoh, dapat juga memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya >>bondong air bondong ikan gerakan suatu perkumpulan selalu bergantung kepada kegiatan dan kecakapan pemimpinnya; orang banyak biasanya mengikuti jejak atau anjuran orang terkemuka (pemimpin) >>buah hati cahaya mata dikatakan tentang anak yang sangat disayang >>buah manis berulat di dalamnya perkataan yang manis-manis biasanya mengandung maksud yang kurang baik >>buah tangisan beruk gadis cantik yang menjadi idaman anak bujang >>buah tangisan beruk gadis cantik yang menjadi idaman anak bujang >>buaian diguncang, anak dicubit perbuatan dan tutur kata yang baik untuk menutupi perbuatan atau maksud yang jahat >>buka kulit , ambil (tampak) isi jujur dan terus terang (dalam perundingan dsb) >>bukan budak makan pisang bukan orang yang dapat dipermainkan (ditipu) >>bukan tanahnya menjadi padi bukan tampannya yang akan menjadi orang baik-baik >>bukit jadi paya orang kaya (mulia) menjadi miskin (hina) >>bulan naik , matahari naik mendapat untung di sana-sini >>bulat air oleh pembuluh, bulat kata oleh mupakat kata sepakat dapat diperoleh melalui perundingan >>bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan sudah sepakat benar; sudah putus mufakat >>bulu mata bagai seraut jatuh alis yang melengkung, runcing bentuknya dan bagus              >>bumi berputar zaman beredar keadaan zaman selalu berubah >>bumi mana yang tak kena hujan setiap orang berbuat salah >>bumi tidak selebar daun kelor dunia tidak sempit >>bunga dipetik perdu ditendang (bunganya dipersunting, pangkalnya diberaki) hanya mau mengambil keuntungan saja (misal istri dikasihi, mertua dibenci) >>bungkuk baru betul, (buta baru celik) orang hina (miskin) yang menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yang bukan-bukan >>bungkuk kail hendak mengena tipu muslihat untuk mencari keuntungan >>bungkuk sejengkal tidak terkedang tidak mau mendengar kata orang; keras kepala                   ##################################################################################################DISINI ****************************************************************************************************************** 14/07/2010 >>buntat hendak jadi kemala tidak tahu diri >>bunyi perempuan di air ramai (gaduh sekali) >>buruk muka cermin dibelah menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yang salah, bodoh, dsb >>buruk muka cermin dibelah karena aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan >>buruk muka cermin dibelah karena kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan >>buruk perahu, buruk pangkalan tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan >>burung terbang dipipis lada sesuatu yang belum tentu diperoleh sudah dirancang pemakaiannya >>burung terbang dipipiskan lada sudah bersiap untuk bersenang-senang dengan sesuatu yang belum lagi diperoleh >>busuk kerbau, jatuh berdebuk perbuatan yang kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga >>busut juga yg ditimbun anai-anai 1 yg biasa bersalah juga yg dituduh orang dl suatu kejahatan; 2 orang yg kaya juga yg bertambah kekayaannya >>buta baru celik (melihat) menjadi sombong karena beroleh kekayaan (pangkat dsb) >>buta kehilangan dalam keadaan yang sangat sulit >>cacing hendak menjadi naga orang hina hendak menyamai orang besar >>cacing menjadi ular naga orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya) >>cakap berdegar-degar, tumit diketing banyak mulut, tetapi penakut >>cakap berlauk (-lauk), makan dengan sambal lada cakapnya seperti orang berada, padahal sesungguhnya hidupnya serba kekurangan >>calak ganti asah (menanti tukang belum datang) sesuatu yang dipakai untuk sementara waktu saja sebelum ada yang lebih baik (jadi hanya sekadar mencukupi kebutuhan) >>campak bunga dibalas dengan campak tahi memberi kebaikan dibalas dengan kejahatan >>cangkat sama didaki lurah sama dituruni sama-sama merasakan kesusahan atau kesenangan >>cari umbut kena buku mencari yang baik, mendapat yang buruk >>carik-carik bulu ayam lama-lama bercantum juga perkelahian sesama saudara itu akhirnya berbaik juga >>cekel berhabis, lapuk berteduh terlampau kikir itu tidak berfaedah sebab akhirnya harta kekayaan itu akan habis juga >>cekur jerangau, ada lagi di ubun-ubun masih sangat muda (belum berpengalaman) >>cencang dua segerai sekali jalan dua pekerjaan selesai >>cencang putus tiang tumbuk putusan yang mengikat >>cencaru makan pedang pekerjaan yang lambat, tetapi hasilnya baik >>cepat kaki ringan tangan suka menolong >>coba-coba menanam mumbang , kalau tumbuh sunting, (= suri, turus) negeri kerjakan terus, barangkali ada hasilnya kelak >>condong ditumpil, lemah diaduk orang yang dalam kesulitan uang dsb diberi pertolongan >>condong yang akan menimpa perbuatan yang mendatangkan celaka >>condong yang akan menongkat, rebah yang akan menegakkan pemimpin yang akan membantu anak buahnya kalau mereka dalam kesusahan >>daging gajah sama dilapah, daging tuma sama dicecah banyak sama banyak, sedikit sama sedikit; adil >>dagu nya lebah bergantung dagu yang bagus >>dahan pembaji batang (orang kepercayaan yang) menyalahgunakan harta benda tuannya >>dahi kiliran taji dahi yang licin >>dahi sehari bulan dahi yang elok bentuknya >>dahulu bajak daripada jawi sesuatu yang patut didahulukan dikemudiankan dan sebaliknya; tidak menurut aturan yang biasa >>dahulu sorak kemudian tohok menggembar-gemborkan sesuatu yang belum terjadi (belum terbukti) >>dahulu timah , sekarang besi dikatakan tentang seseorang yang turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya); orang kaya yang telah habis harta bendanya >>dalam madu berisi empedu dalam perkataan yang manis-manis biasanya berisi tipu daya yang tidak baik >>dalam rumah membuat rumah mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pada orang lain >>dapat durian runtuh mendapat untung dengan tidak bersusah payah >>dapat tebu rebah mendapat untung >>darah baru setampuk pinang masih muda sekali (belum banyak pengalaman) >>darah se tampuk pinang masih muda benar (belum berpengalaman, kurang akal) >>dari jung turun ke sampan turun pangkat; turun martabat >>dari lecah lari ke duri menghindarkan diri dari kesukaran, mendapat yang lebih besar >>dari semak ke belukar meninggalkan sesuatu yang buruk, mendapatkan yang buruk pula >>dari semak ke belukar sama saja halnya >>daripada cempedak lebih baik nangka, daripada tidak, lebih baik ada benda yang sedikit (kurang baik) pun jadilah daripada tidak sama sekali >>daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah daripada menanggung malu lebih baik mati >>daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah (daripada hidup berlumur tahi, lebih baik mati bertimbun bunga) daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati >>datang tak berjemput, pulang tak berhantar perihal orang yang tidak diindahkan >>datang tampak muka, pulang tampak punggung datang dan pergi hendaklah memberi tahu *******************************************************************************************************udah selesai 14/07/10 >>datang tampak muka, pulang tampak punggung********************************************************15/07/10 hendaklah selalu bersopan santun apabila datang di rumah orang atau pergi dari rumah orang >>datang tidak berjemput, pulang tidak berantar tidak diperlakukan sebagaimana mestinya (tentang tamu) >>degar degar merpati perselisihan (antara suami istri) yang tidak menyebabkan renggang, melainkan justru merapatkan >>dekat dapat ditunjal, jauh dapat ditunjuk perkataan atau pengakuan yang dapat dibuktikan kebenarannya >>dekat mencari indu , jauh mencari suku jika merantau ke tempat yang dekat, kita mencari indu (orang yang seketurunan dengan kita), tetapi kalau kita merantau ke tempat yang jauh, kita mencari orang yang satu suku saja dengan kita sudah cukup >>dekat mencari suku , jauh mencari hindu mencari pertalian keluarga; menyusur galur >>dekat tak tercapai jauh tak berantara menginginkan sesuatu, tetapi tidak mampu untuk mendapatkannya >>dekat tak tercapai, jauh tak antara sesuatu yang dekat dengan kita, tetapi tidak dapat kita ambil karena tiada upaya >>delapan tapak bayang-bayang alamat waktu kira-kira pukul 08.00 >>dengan sesendok madu dapat lebih banyak ditangkap serangga daripada dengan cuka sesendok dengan mulut manis serta ramah-tamah lebih banyak diperoleh sahabat (kawan) daripada dengan perkataan yang tajam dan muka yang masam >>di luar bagai madu , di dalam bagai empedu kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya >>di luar merah di dalam pahit kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya >>di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal >>di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung menurutkan adat kebiasaan tempat yg didiami >>di mana kayu bengkok, di sanalah musang meniti di tempat yang tidak terjaga, di situlah pencuri datang >>di mana pinggan pecah, di sana tembikar tinggal di mana orang meninggal di situ dikuburkan >>di mana ranting dipatah, di situ air disauk setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya >>di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung hendaklah mengikuti adat negeri yang didiami >>di mana tembilang terentak, di situlah cendawan tumbuh di mana perkara atau perselisihan tumbuh, di situlah diselesaikan >>di manakah berteras kayu mahang jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil >>di muka (di puncak) hidung dekat sekali di depan orang >>di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi >>dialas bagai memengat (kalau) berkata hendaknya jangan asal berkata saja >>diam di laut masin tidak, diam di bandar tak meniru tidak mengikuti adat kebiasaan yang baik >>diam penggali berkarat, diam ubi berisi pengetahuan dsb yang tidak dipakai lama-kelamaan akan hilang >>diam seribu basa diam sama sekali (tidak berkata sepatah pun) >>diam-diam ubi (berisi) pendiam atau diam, tetapi berpikir atau banyak pengetahuannya >>dianjak layu , dianggur mati seseorang yang telah menetapkan katanya, tidak akan mengubah lagi ketetapan itu karena sudah menjadi adat rasam >>dianjak layu , dibubut mati suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, yang harus dipakai terus >>dianjak layu, dibubut mati suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi, tetapi harus dipakai terus >>dianjungkan seperti payung , ditambak seperti kasur sangat; dimuliakan >>diasak layu, dicabut mati sesuatu yang tetap dan tidak diubah-ubah lagi >>diberi berkuku hendak mencekam diberi kekuasaan, lalu hendak berbuat sewenang-wenang >>diberi berkuku hendak mencengkam diberi kuasa sedikit, lalu hendak berbuat sewenang-wenang >>diberi bertali panjang diberi kebebasan yang seluas-luasnya; dibiarkan berbuat sesuka hatinya: >>diberi betis hendak paha diberi sedikit lalu menginginkan yang banyak (semuanya) >>diberi betis hendak paha diberi sedikit minta banyak lagi atau semuanya >>diberi kepala hendak bahu diberi sedikit lalu minta banyak >>diberi kuku hendak mencengkam baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain >>diberi sejari hendak setelempap orang yang diberi sedikit ingin lebih banyak lagi >>diberi sejari hendak setelempap orang yang diberi sedikit ingin lebih banyak lagi >>diberi sejengkal hendak sehasta diberi sehasta hendak sedepa diberi sedikit lalu hendak minta lebih banyak lagi >>dibilang genap , dipagar ganjil kelihatannya beruntung, tetapi sebenarnya merugi >>dibuat karena Allah , menjadi murka Allah dilakukan dengan maksud baik, tetapi disangka orang kurang atau tidak baik >>dibujuk ia menangis , ditendang ia tertawa orang baru bekerja dengan baik dan sempurna sesudah ia dimarahi >>dibujuk ia menangis , ditendang ia tertawa orang baru bekerja dengan baik dan sempurna sesudah ia dimarahi >>dicoba-coba bertanam mumbang , moga-moga tumbuh kelapa dicoba-coba mengusahakan sesuatu yang hasil, moga-moga menjadi besar dan mendatangkan hasil >>dientak alu luncung dikalahkan oleh orang bodoh >>digenggam takut mati, dilepaskan takut terbang rasa gelisah, khawatir kacau-balau >>diindang ditampi beras, dipilih antah satu-satu jika hendak mencari istri atau menantu hendaklah diselidiki betul-betul sebelumnya >>diiringkan menyepak, dikemudiankan menanduk serba menyu-sahkan orang (misal tidak diajak berunding marah, diajak berunding pendiriannya tidak tegas) >>dijual sayak , dibeli tempurung sama saja halnya, pekerjaan baru, tetapi tidak berbeda dari pekerjaan lama >>dikatakan berhuma lebar, sesapan di halaman memegahkan kekayaan (keberanian dsb), tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya) >>dikati sama berat, diuji sama merah seimbang derajatnya (kedudukannya, pangkatnya, dsb) >>dikerkah dia menampar pipi, dibakar dia melilit puntung selalu hendak membalas kepada orang yang berbuat jahat >>dilengah (dimabuk) beruk berayun merasa senang (asyik) akan sesuatu yang tidak ada gunanya >>dilihat pulut , ditanak berderai apa yang kelihatan di luar (pada lahirnya) berlainan dengan keadaan sebenarnya (seperti kelihatannya pandai, sebenarnya tidak tahu apa-apa) >>diminta tebu diberi teberau diberi sesuatu yang berlainan dengan yang dijanjikan >>dipanggang tiada angus beberapa kali menempuh bahaya, tetapi selalu selamat *****************************************************************************************************************15/07/10 ****************************************************************************************************************19/07/10 >>diraih siku ngilu, direngkuh lutut sakit serba salah dalam suatu pekerjaan yang sangat sulit, dikerjakan berbahaya tidak dikerjakan berbahaya pula >>dirintang siamang berbual asyik melihat sesuatu yang tidak berguna dengan menghabiskan waktu >>disangka panas sampai petang, kiranya hujan tengah hari disangka akan senang atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa musibah sehingga jatuh melarat >>disangka tiada akan mengaram , ombak yang kecil diabaikan tiada mengindahkan bahaya yang kecil, akhirnya tertimpa bencana besar >>diserakkan padi awak diimbaukan orang lain orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan >>disigai sampai ke langit (tinggi disigai, besar ditebang) suatu perkara diselidiki secara tuntas; diselidiki (diusut) sebaik-baiknya >>disisih bagai antah diasingkan dari yang lain; tidak disukai >>ditebuk (dikerobok) tikus sudah hilang kegadisannya (sudah tidak gadis lagi) >>ditetak belah, dipalu belah, tembikar juga akan jadinya walau bagaimanapun disiksa dan disakiti akhirnya kalau mati tetap jadi mayat: >>ditindih yang berat, >>dililit yang panjang tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan orang (kemalangan dsb) >>duduk berkisar , tegak berpaling memungkiri janji (perkataan dsb yang pernah diucapkan atau dijanjikan) >>duduk berkisar, tegak berpaling tidak mau menepati janji >>duduk dengan – kaya >>duduk di ambung-ambung taji selalu merasa khawatir (gelisah) >>duduk meraut ranjau , tegak meninjau jarak (duduk meraut ranjau , berdiri melihat musuh) selalu bekerja dengan waspada >>duduk meraut ranjau, tegak meninjau jarak selalu bekerja (tidak membuang-buang waktu) >>duduk sama rendah, tegak (berdiri) sama tinggi sejajar kedudukannya (tingkatnya atau martabatnya) >>duduk seorang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang Mk dengan musyawarah atau secara gotong royong segala sesuatunya mudah >>dilaksanakan >>elok kata dalam mufakat, buruk kata di luar mufakat apa yang hendak dikerjakan sebaiknya dibicarakan dulu dengan teman sejawat atau kaum keluarga, dsb >>elok palut , pengebat kurang tampaknya sudah baik, tetapi sebenarnya belum >>embun di ujung rumput sesuatu yang lekas hilang (bersifat tidak tetap) >>emping – hari hujan sangat sial; bernasib buruk >>enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan merundingkan sesuatu hendaknya berkali-kali supaya hasilnya baik >>esa hilang dua terbilang mati atau hidup dengan kemuliaan, tidak ada pilihan lain; apabila seorang pemimpin mati, segera akan tampil beberapa orang penggantinya >>gadai terdorong kepada Cina terlanjur sehingga tidak boleh dicabut kembali >>gaharu dibakar kemenyan berbau memperlihatkan kelebihannya supaya dipercayai orang >>gajah berjuang sama gajah , pelanduk (kancil) mati di tengah-tengah jika terjadi pertengkaran (peperangan) antara orang (negara) besar, orang kecil (negara kecil) yang celaka >>gajah lalu dibeli, rusa tidak terbeli mengerjakan sesuatu yang penting dengan melupakan hal-hal yang kecil yang sebenarnya sangat perlu untuk menyelesaikan sesuatu yang penting itu >>gajah mati karena gadingnya orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulan (tabiatnya atau perbuatannya) >>gajah mati tulang setimbun orang kaya (besar dsb) mati, banyak peninggalannya >>gajah seekor gembala dua pekerjaan yang dikepalai (dipimpin) oleh dua orang >>galas terdorong kepada Cina sesuatu yang sudah terlanjur (tidak dapat dicabut kembali) >>gali lubang tutup lubang berutang untuk membayar utang yang lain >>gamak-gamak seperti menyambal hanya dengan coba-coba atau kira-kira saja >>ganti (menggantikan) tikar (lepas bantal berganti tikar ) mengawini istri kakak atau adik yang meninggal atau menikahi suami kakak atau adik yang meninggal >>garam di kulumnya tak hancur orang yang pandai menyimpan rahasia >>garam di laut, asam di gunung bertemu dalam belanga juga laki-laki dan perempuan kalau jodoh bertemu juga akhirnya >>gayung bersambut, kata berjawab menangkis serangan orang; menjawab (melayani) perkataan orang >>gayung tua, gayung memutus perkataan orang tua-tua biasanya benar >>gedang sebagai dilambuk-lambuk, tinggi sebagai dijunjung sangat dimuliakan >>gelegar buluh besar cakap, tidak berisi >>geleng seperti patung kenyang berjalan dengan sombong; congkak >>gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan Mk tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarganya >>genting menanti putus, biang menanti tembuk perkara yang hampir putus (selesai) >>genting putus, biang menanti tembuk perkara yang sudah putus (tidak boleh diubah lagi) >>geruh tak mencium bau kecelakaan datang tidak dengan memberitahukan (kecelakaan tidak dapat diketahui lebih dahulu) >>getah terbangkit kuaran tiba salah perhitungan atau rancangan >>gigi dengan lidah adakalanya bergigit juga suami istri (sanak saudara, sahabat karib, dsb) adakalanya bertengkar juga >>gigi tanggal rawan murah keinginan timbul setelah tidak ada kesempatan lagi >>gula di mulut , ikan dalam belanga sudah dalam kekuasaan kita >>guru kencing berdiri, murid kencing berlari kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (orang atasannya) >>habis beralur maka beralu-alu jika dengan jalan musyawarah tidak dicapai kata sepakat, maka barulah dengan jalan kekerasan >>habis geli oleh gelitik, (habis bisa oleh biasa) (barang) yang kurang menyenangkan dsb akan hilang apabila telah biasa atau telah menjadi kebiasaan >>habis manis sepah dibuang sesudah tidak berguna lagi, lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi dsb) >>habis manis sepah dibuang mengabaikan (menyia-nyiakan) seseorang yang sudah tidak diharapkan apa-apa lagi dari dirinya >>habis manis sepah dibuang setelah tidak berguna atau disukai lagi, lalu dibuang atau dilupakan >>habis miang karena bergeser segala kesukaran (ketakutan, malu, dsb) akan hilang sesudah menjadi kebiasaan >>habis perkara, nasi sudah menjadi bubur tidak ada gunanya dibicarakan lagi >>habis umpan kerong tak dapat usaha yang mendatangkan kerugian >>hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang >>hangat hangat tahi ayam kemauan yang tidak tetap atau tidak kuat >>hangat-hangat (suam-suam) kuku hangat (tentang air) >>hangus tiada berapi, karam tiada berair menderita kesusahan yang amat sangat >>hanyut dipintasi, lulus diselami, hilang dicari menolong orang pada waktu kesusahan >>harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus tidak mau berputus asa sampai saat terakhir >>harapkan guruh (guntur) di langit, air di tempayan ditumpahkan mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang telah ada dilepaskan >>harimau ditakuti karena giginya orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang karena kekuasaan dan pangkatnya >>harimau mati karena belangnya mendapat kecelakaan karena memperlihatkan keunggulannya >>harimau mati meninggalkan belang , gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk >>harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati >>harimau mengaum takkan menangkap orang yang mengancam dsb dengan perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa >>harimau menunjukkan belang nya orang yang memperlihatkan kekuasaannya >>harum menghilangkan bau keburukan tidak kelihatan karena tertutup oleh nama (perbuatan) yang baik >>harum semerbak mengandung mala perbuatan (jasa dsb) yang dipuji-puji, tetapi jasa tersebut diperbuat dengan jalan yang tidak baik >>hati (sebagai) baling-baling tidak tetap pendirian >>hati bagai – (- di atas bukit) tidak tetap hatinya (pendiriannya) >>hati bak serangkak dibungkus orang yang sangat berharap akan mendapat sesuatu yang diingininya >>hati gajah sama dilapah , hati tuma (tungau) sama dicecah laba atau rugi sama-sama dirasakan (dibagi secara adil) >>hati gajah sama dilapah, hati kuman (tungau) sama dicecah (dicecap) perolehan (laba) yang banyak dibagi sama banyak, perolehan (laba) yang sedikit dibagi juga sama sedikit >>hati gatal mata digaruk sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu; menyalahkan orang yang tidak bersalah *********************************************************************************************************19/07/10 _______________________________________________________________________________03/08/2010 >>hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan tidak mau kalah dengan orang lain >>hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai >>hendak – air memuji-muji seseorang sesudah orang itu difitnah dan dicemarkan namanya _______________________________________________________________________________03/08/2010 _______________________________________________________________________________04/08/2010 >>hendak hinggap tiada berkaki ingin berbuat sesuatu, tetapi tidak mempunyai alat sebagai syaratnya >>hendak megah , berlawan lebih makin banyak musuh makin besar kemasyhurannya >>hendak menangguk ikan, tertangguk batang mengharapkan untung, tetapi yang diperoleh kerugian >>hendak menggaruk tidak berkuku hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak berkemampuan >>hendak mulia bertabur urai jika orang ingin mendapatkan kemuliaan atau ingin mulia di mata orang lain, hendaklah berani mengeluarkan uang, jangan kikir >>hendak panjang terlalu patah yang suka meninggikan diri akan cepat jatuh >>hendak terbang tiada – hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak ada sarana >>hendak ulam pucuk menjulai (pucuk dicinta ulam tiba) mendapat sesuatu yang lebih daripada yang dikehendaki >>hidung dicium pipi digigit kasih sayang yang semu, pura-pura saja >>hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan >>hidung seperti dasun tunggal bentuk hidung yang bagus, bulat di muka dan lancip ke belakang; mancung >>hidung tak mancung, pipi tersorong-sorong orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah dan yang patut susah berdiam diri >>hidup bertimba uang hidup boros (serba mewah, banyak membelanjakan uang) >>hidup di ujung gurung orang orang yang hidup melarat >>hidup dikandung adat, mati dikandung tanah selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat >>hidup dua muara mempunyai dua macam mata pencaharian >>hidup kayu berbuah, hidup manusia biar berjasa pada waktu kita hidup sebaiknya berbuat baik untuk diri sendiri dan untuk masyarakat >>hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan; perihal orang bersahabat yang setia dan saling menolong >>hidup segan mati tak hendak hidup yang merana (karena sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dsb) >>hidup seperti musang tentang orang jahat (pencuri) yang pada siang hari tidak kelihatan tetapi pada malam hari merayap mencari mangsanya >>hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain >>hilang di mata di hati jangan biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yang ditinggalkan >>hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa >>hilang geli karena gelitik kecanggungan akan hilang apabila telah menjadi kebiasaan >>hilang kabus , teduh hujan telah senang (aman dsb) kembali sehabis menderita kesusahan dsb _____________________________________________________________________________________________________________________04/08/2010 _____________________________________________________________________________________________________________________ >>hilang kilat dalam kilau (kepandaian, kebesaran, dsb) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dsb >>hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang >>hilang satu sepuluh gantinya sekali-kali janganlah putus asa >>hilang sepuh tampak senam tampak kejahatannya; terbuka kedoknya >>hilang tak bercari, lulus tak berselami tidak dipedulikan lagi >>hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya hilang lenyap tanpa bekas; pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi >>hilang tentu rimbanya, mati tentu kuburnya hal atau perkara yang sudah tentu kesudahannya >>hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu merasa malu, segan, dsb karena sudah berutang budi atau karena perkariban >>hinggap bak langau , titik bak hujan suatu hal yang tiba-tiba saja terjadi, tanpa diketahui lebih dahulu >>hitam , hitam gagak, putih, putih udang kapai; hitam , hitam bendi, putih, putih sadah yang hina tetap hina meskipun cantik rupanya dan yang mulia tetap mulia meskipun buruk rupanya >>hitam , hitam gula jawa hitam tetapi manis >>hitam , hitam kereta api, putih-putih kapur sirih jangan disangka yang buruk rupanya itu selamanya kurang harganya, malah yang indah kelihatan itu adakalanya kurang harganya >>hitam , hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih ampas kelapa dibuang barang yang buruk tetapi berguna disimpan, barang yang bagus tetapi tidak berguna dibuang >>hitam bagai pantat belanga sangat buruk (tentang tabiat seseorang) >>hitam di atas putih dengan tertulis, tidak hanya dengan perkataan saja (tentang perjanjian dsb) >>hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam tidak mengatakan yang sebenarnya (yang baik dikatakan buruk dan sebaliknya) >>hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan __________________________________________________________________________________________________________17/12/2010 >>hitam sebagai kuali sangat hitam >>hitam seperti dawat hitam berkilat-kilat >>hitam tahan tempa, putih tahan sesah tetap tidak berubah; tahan uji >>hujan berbalik ke langit orang berkuasa (pandai, kaya, dsb) minta tolong kepada orang yang lemah (bodoh, miskin, dsb) >>hujan berpohon, panas berasal segala hal tentu ada sebabnya >>hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri ( hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik jua di negeri kita) sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri >>hujan jatuh ke pasir kebaikan yang tidak terbalas >>hujan menimpa bumi kita tidak dapat melepaskan diri dari perintah orang yang berkuasa >>hujan panas – hari, senang susah – hidup telah biasa bahwa kehidupan manusia ada kalanya susah, ada kalanya senang >>hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus; keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang >>hujan tempat berteduh , panas tempat berlindung orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak >>hujan tempat berteduh , panas tempat berlindung orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak >>hulu malang pangkal celaka asal suatu kecelakaan >>hulu mujur pandai bertenggang (bertengkar), hulu baik pandai memakai pandai hidup dan pandai bergaul >>hutan sudah terambah , teratak sudah tertegak pekerjaan sudah sempurna dikerjakan >>iba akan kacang sebuah, tak jadi memengat karena sayang akan barang yang sedikit, tidak jadi mengerjakan hal yang diinginkan dan menyenangkan hati >>ibarat menegakkan benang basah melakukan sesuatu yang tidak akan berhasil; melakukan sesuatu yang tidak mungkin dapat dikerjakan >>icak-icak tidak tahu, pura-pura tidak tahu >>ijuk tak bersagar lunak tak berbatu seseorang yang tidak ada sanak saudaranya yang dimalui (ditakuti) orang >>ikan belum dapat, airnya sudah keruh pelaksanaan kerja yg tidak tepat (keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai) >>ikan biar dapat, serampang jangan pokah maksud sampai, perkakas pun tidak rusak >>ikan biar dapat, serampang jangan pukah biar tercapai maksudnya, tetapi jangan ada sesuatu yg merugikan >>ikan di hulu, tuba di hilir perbuatan yg sia-sia >>ikan di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga biarpun tinggal berjauhan, kalau sudah jodoh akan menjadi suami istri juga >>ikan gantung, kucing tunggu kesal melihat barang yg diingini, tetapi tidak mungkin didapat >>ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yg belum pasti berhasil >>ikan pulang ke lubuk telah kembali ke tempat (asalnya) yg dicintainya >>ikan seekor rusakkan ikan setajau; ikan sekambu rusak oleh ikan seekor hanya krn keburukan sedikit (kecil), semuanya ikut menjadi buruk >>ikan terkilat, jala tiba 1 sangat pandai dan tajam dl menangkap perkataan orang; 2 tindakan yg cepat dilakukan (untuk menghadapi sesuatu) >>ikhtiar menjalani untung menyudahi orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kepada nasib) >>ikut hati mati, ikut mata buta jika selalu menuruti nafsu, akhirnya akan mendapat celaka >>ikut hati mati, ikut rasa binasa jika hanya menuruti hawa nafsu tentu akan celaka >>ilmu padi, makin berisi makin runduk makin banyak pengetahuan makin rendah hati >>inai tertepung kuku tanggal sesuatu yang sudah selesai dikerjakan, tetapi akhirnya ada kesukaran (kesusahan dsb) >>indah kabar dari rupa berita yang tersebar biasanya lebih hebat daripada kenyataan yang sebenarnya >>indah kabar dari rupa biasanya kabar selalu melebihi keadaan sebenarnya >>indah kabar dari rupa biasanya kabar lebih baik daripada keadaan yang sebenarnya >>ingat sebelum kena, berhemat sebelum habis ikhtiar harus dijalankan sebelum terlambat >>ingin buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi ingin akan barang sesuatu, tetapi amat susah diperoleh >>intan disangka batu kelikir tidak pandai menghargai sesuatu; tidak mengetahui harga (nilai) sesuatu dengan sebenarnya >>isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja >>itik berenang di laut (air), mati kehausan menderita kesusahan karena tidak dapat (atau tidak mendapat kesempatan) memanfaatkan kekayaan yang ada >>itik bertaji sangat penakut, tetapi sombong >>jadi abu arang sudah usang atau basi (tentang pembicaraan dsb) >>jadi alas cakap sebagai imbalan jasa yang telah dibuat >>jadi bumi langit menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan >>jadi kain basahan sudah menjadi miskin (hina); hilang kekayaannya (kemuliaannya dsb) >>jadi mata telinga (jadi kaki tangan) seseorang yang menjadi harapan atau kepercayaan, yang selalu memberi pertolongan >>jahit sudah kelindan putus telah selesai sama sekali >>janda belum berlaki gadis yang dipermainkan oleh laki-laki lalu ditinggalkan >>jangan diperlebar timba ke perigi, kalau tak putus, genting jangan diulang-ulang perbuatan yang jahat, lambat laun akan mendapat bencana jua >>jangan diperlelarkan timba perigi, kalau tak putus genting kejahatan itu jika diulang-ulang akhirnya mencelakakan juga >>jangan ditentang matahari condong, takut terturut jalan tak berintis hendaklah kita selalu ingat dan cermat, jangan teperdaya atau tergoda akan sesuatu yang elok, tetapi mungkin mendatangkan bahaya >>jangat liat kurang panggang tidak dapat diajar >>janji sampai, sukatan penuh sudah sampai ajalnya >>jaras dikatakan raga jarang mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga >>jatuh di atas tilam mendapat kesenangan hidup >>jatuh diimpit tangga ditimpa kesukaran berturut-turut >>jauh bau bunga , dekat bau tahi sanak saudara yang bila jauh selalu terkenang, bila dekat selalu bertengkar >>jauh berjalan banyak dilihat kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman >>jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa sudah berpengalaman banyak >>jauh dapat ditunjuk, dekat dapat ditunjal apa yang dikatakan dapat dibuktikan kebenarannya >>jauh di mata di hati jangan biarpun tempat berjauhan, jangan lupa-melupakan >>jauh di mata, dekat di hati bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa (hati) selalu merasa dekat >>jauh panggang dari api tindakan yang tidak sesuai dengan maksudnya; tawaran yang jauh di bawah harga: >>jauh panggang dari api tidak kena; tidak benar (tentang jawaban, sindiran); banyak bedanya >>jelatang di hulu air sesuatu yang selalu menyusahkan >>jerat halus kelindan sutra tipu muslihat yang sangat halus >>jerat semata bunda kandung anak tunggal yang menjadi buah hati >>jerih menentang boleh, rugi menentang laba suka menolong >>jika belalang ada seekor, jika emas ada miang segalanya ada aturannya sendiri >>jika benih yang baik jatuh ke laut, menjadi pulau orang yang berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga >>jika kasih akan padi , buanglah rumput jika kasih kepada anak istri, berhentilah mengasihi perempuan lain >>jika langkah sudah terlangkahkan , berpantang dihela surut suatu pekerjaan yang telah dimulai dengan saksama, sekali-kali jangan dihentikan sebelum tujuan tercapai >>jika pisau tiada -, makin dikikir bertambah tumpul anak yang dungu, makin diajar semakin bodoh >>jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan (ditanjakkan) menggunakan segala daya upaya untuk mencapai maksud >>jika takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai kalau takut mendapat kesusahan, jangan mengerjakan hal-hal yang berbahaya >>jika tidak pecah ruyung , di mana boleh mendapat sagu tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha >>jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya >>jikalau tidak berada-ada (ada berada, ada mengada), masakan tempua bersarang rendah jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa >>jinak-jinak merpati kelihatannya ramah dan mudah didapat, tetapi sebenarnya tidak (tentang wanita) >>jiwa bergantung di ujung rambut selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya >>jual sutra beli mastuli kehilangan sesuatu yang berharga mendapat pengganti yang lebih baik >>jung pecah yu yang kenyang jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yang akan beruntung >>jung satu, nakhoda dua dua pemimpin dalam satu jabatan >>Jw ki sebagai banteng yang luka terkena senjata (tentang orang yang melawan atau mempertahankan diri dengan gigih) >>kacang lupa akan kulitnya tidak tahu diri; lupa akan asalnya >>kadok naik junjung orang hina (miskin dsb) merasa mulia (kaya dsb) >>kail sebentuk, umpan seekor, sekali putus, sehari berhanyut berbuat sesuatu dengan tidak memikirkan hal-hal yang mungkin menghambat usahanya (seperti pergi jauh tidak cukup bekal, berniaga tidak cukup modal) >>kain basah kering di pinggang miskin sekali >>kain dalam lipatan perempuan yang berbuat jahat (mesum) dengan sembunyi- sembunyi >>kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari menceraikan istri tua dan mencari istri muda >>kain pendinding miang, uang pendinding malu segala sesuatu hendaknya digunakan sebagaimana mestinya, jangan kikir >>kain sehelai berganti-ganti perihal sangat miskin suami istri >>kaki naik, kepala turun selalu sibuk bekerja >>kaki tertarung, inai padahannya (mulut terdorong, emas padahannya) harus berani menanggung akibat perbuatan atau janji sendiri >>kaki untut dipakaikan gelang memakai sesuatu untuk memperelok diri, tetapi malahan bertambah buruk >>kalah jadi abu , menang jadi arang pertengkaran tidak akan menguntungkan kepada pihak mana pun >>kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil >>kalau di bawah melompat, lalu di atas – menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan penduduk tempat tinggalnya >>kalau getah meleleh, kalau daun melayang dalam keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yang selalu dekat pada kita, sedangkan orang lain akan menjauh >>kalau guru makan berdiri, maka murid makan berlari kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dl hal yg tidak baik >>kalau kena tampar , biar dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang, biar dengan kaki yang pakai kasut jika diberi malu oleh perempuan, lebih baik oleh perempuan baik-baik daripada oleh perempuan jalang >>kalau kubuka tempayan budu, baharu tahu kalau kubuka rahasiamu, tentu engkau akan malu >>kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain >>kalau menampi jangan tumpah padinya mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya >>kalau menampi jangan tumpah padinya mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya >>kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri orang yang pandai meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik >>kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri kalau pandai mengatur (menyusun dsb), barang yang kurang baik pun akan menjadi baik juga >>kalau pandai meniti buih , selamat badan sampai ke seberang jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai >>kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai >>kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai kalau takut akan akibatnya, jangan melakukan pekerjaan itu >>kapal besar ditunda jongkong orang berkuasa yang menurut perintah orang kecil >>kapal satu nakhoda dua satu pekerjaan yang dikepalai dua orang >>karam berdua basah seorang dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yang kena hukum >>karam berdua, basah seorang dua orang berbuat salah, seorang saja yang kena hukum >>karam sambal oleh belacan mendapat kerugian karena perbuatan orang kepercayaan atau yang dikasihi >>karam tidak berair mendapat bencana tanpa sebab >>karena mata buta, karena hati mati orang yang menurutkan hawa nafsunya akhirnya binasa >>karena mulut bisa binasa mendapat celaka karena perkataannya >>karena nila setitik, rusak susu – karena kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang segala kebaikan yang telah diperbuat >>karena nila setitik, rusak susu sebelanga hanya karena keburukan yang sedikit, semuanya menjadi buruk >>karena pijat-pijat mati tuma mendapat (ke)celaka(an) karena berteman dengan orang jahat atau karena (ke)salah(an) orang lain >>kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak >>kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan (sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan) yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan >>kata berjawab, gayung bersambut balas kecaman dengan cepat dan tepat >>kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari janji harus ditepati dan hanya boleh diubah setelah diperoleh kebulatan kata pula >>kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari sesuatu yang telah dijanjikan (ditentukan) dahulu harus ditepati, sedangkan hal yang timbul kemudian (belakangan) harus dimufakatkan lagi >>katak hendak jadi lembu orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dsb); congkak; sombong >>kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit >>…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Info Kontak Alamat dan Agen Tiket Pesawat

Info kontak Alamat dan Agen Tiket Pesawat Udara Sabtu,18:40 ,11 Mei 2019 Yogyakarta41. CV ALAS MENTAOK JAYA T T SPESIALIS TIKET MURAH DOM...